{05/AZURA CEMBURU}

1149 Words
Saat Deron dan Clara sudah keluar, Azura langsung duduk berjauhan dari Denzel "Makasih om dan maaf soal tadi saya bilang kita mau nikah tahun depan." Ucap Azura tanpa menatap Denzel Denzel menatap lekat Azura, "Kamu cemburu?" Tanya Denzel Sontak Azura mendongak menatap Denzel sembari menggeleng cepat, "Ga mungkin lah saya cemburu sama cowo kek dia." Elak Azura dengan kekehan pelan Denzel hanya mengangguk walaupun dia tak percaya dengan perkataan Azura, Denzel melihat jelas raut masam Azura serta tangan Azura yang mengepal saat Deron mencium Clara "Om ada air ga? Leher saya seret nih." Ucap Azura "Ah bentar, pe-" "Ga usah om, biar saya ambil sendiri aja." Ucap Azura menghentikan Denzel yang ingin memanggil pelayan "Oh yaudah, dapur nya di paling ujung. Kamu tinggal masuk aj lewat sana." Ucap Denzel Azura pun mengangguk lalu Azura menyimpan tas nya yang sedari tadi diri nya pangku dan Azura pun segera berjalan menuju dapur yang di tunjukkan Denzel Denzel sengaja tak mengikuti Azura, Denzel tahu Azura ingin waktu sendiri. Jadi Denzel sengaja membiarkan nya pergi sendiri Sedangkan Azura saat sampai di dapur Azura langsung mengambil air dingin dan langsung meminum segelas dalam seteguk Azura mencengkram kuat gelas itu dan tanpa sadar Azura memecahkan gelas itu karena terlalu kuat menekan nya, Azura terduduk di lantai dengan tangan yang sudah mengeluarkan darah yang cukup banyak bahkan masih ada serpihan gelas yang mengenai tangan nya Bahu Azura bergetar menandakan bahwa diri nya sedang menangis, Azura tidak cemburu? Semua itu bohong, Azura sangat cemburu, Azura sangat ingin berada di posisi Clara tapi itu tak bisa Azura sangat mencintai Deron lebih dari siapapun, bahkan sampai saat ini Azura masih mencintai Deron. Tapi kenapa dunia tak pernah adil pada nya? Azura tak menginginkan lebih, Azura hanya ingin hidup bahagia bersama Deron Sudah hampir lima tahun hubungan kedua nya terjalin, dan ini adalah pertama kali nya Deron selingkuh dari nya. Entah apa yang membuat Deron bosan pada nya sehingga Deron bisa selingkuh, tapi kenapa harus Clara? Clara adalah sahabat masa kecil nya. Jika itu orang lain Azura tak akan sesakit ini tapi ini adalah sahabat nya Azura terus menangis dalam diam sampai ada seseorang yang datang dan langsung mengambil kedua tangan Azura, Azura segera mengangkat kepala nya dan melihat sosok Denzel yang sudah mulai mengobati tangan nya Lama Azura menatap lekat Denzel hingga Denzel selesai mengobati tangan nya, Denzel menatap Azura yang juga sedang menatap nya "Nangis aja lagi, saya cuma dateng ngobatin tangan kamu biar ga telat ngobatin nya." Ucap Denzel Denzel kembali berbicara formal, Azura pun mengangguk membalas ucapan Denzel lalu Denzel pun pergi dari sana Azura menghela nafas pelan lalu mulai membersih kan pecahan gelas itu, tiba tiba ada seorang pelayan yang datang menghampiri Azura "Biar saya saja nona yang membersihkan nya." Ucap pelayan itu Azura pun mengangguk lalu pergi dari sana dan kembali ke ruang tamu di mana di sana sudah ada Denzel yang duduk anteng "Sudah mendingan?" Tanya Denzel saat Azura sudah duduk di sofa Azura hanya mengangguk, "Periksa ponsel kamu, dari tadi ponsel kamu terus berdering." Ucap Denzel Azura pun segera mengambil ponsel nya dan saat membuka nya tertera lah nama Deron, banyak panggilan dan juga pesan dari Deron yang mengatakan kalau diri nya ingin bertemu dengan nya Azura menatap Denzel yang juga menatap nya, "Kalau gitu saya pamit om, makasih atas hari ini." Pamit Azura Denzel hanya mengangguk membalas Azura, lalu Azura pun segera keluar dari rumah Denzel dan segera melajukan mobil nya menuju kampus Hari ini Azura ada kelas siang, sekalian Azura akan bertemu dengan Deron. Azura ingin mendengar apa yang akan di katakan Deron oada nya walaupun Azura tahu pasti bahwa akan ada cacian yang di berikan Deron pada nya Untuk yang terakhir kali, Azura ingin menatap wajah Deron dari dekat. Tak lama Azura pun sampai dan Azura langsung menuju taman belakang perpustakaan Saat Azura sampai di sana, Azura dapat melihat punggung tegap Deron. Jika ini dulu, Azura akan langsung berlari memeluk Deron dan Deron akan menerima nya dengan kecupan hangat Tapi berbeda dengan sekarang, Azura berjalan dengan pelan mendekati Deron dan saat Deron berbalik bukan wajah teduh yang menenang kan yang di berikan Deron tapi wajah penuh amarah Tak ingin terlihat lemah, Azura juga menatap Deron dengan tatapan datar "Jadi selama ini lo udah selingkuh dari gw? Sama bokap gw sendiri? Lo punya hati ga sih Ra?" Tanya Deron dengan nada yang cukup tinggi "Hm, gw selingkuh udah hampir setahun. Kita impas bukan? Lo selingkuh sama sahabat gw dan gw selingkuh sama bokap lo." Balas Azura santai "Tapi lo lebih parah Azura! Lo udah khianatin gw hampir setahun sedangkan gw baru seminggu Azura!" Bentak Deron Azura menutup mata nya sebentar, "Sebener nya gw udah mau berhenti, tapi gw dapet kabar lo selingkuh. So, gw lanjutin aja, lagian kalau di liat lagi bokap lo lebih sempurna daripada lo." Balas Azura cukup menohok "Lo-" "Dan juga, jangan kira gw ga tau semua apa yang lo lakuin di belakang gw. Lo udah nyuri dokumen rahasia gw dan lo jual sama musuh perusahaan gw, dan bukan cuma itu. Lo juga udah nyuri data data penting di perusahaan bokap gw dan lo jual lagi. Deron, seharus nya lo sadar di mana posisi lo sekarang, seharus nya lo bersyukur karna cinta gw sama lo, lo ga pernah ketemu sama jeruji besi. Tapi lo ga pernah sadar semua itu, jadi jangan sok paling tersakiti di sini." Ucap Azura panjang lebar "Gw sayang sama lo Der, bahkan lebih dari siapapun itu. Gw tulus sama lo, gw sama bokap lo itu cuma pelarian doang. Karna lo selalu sibuk sama temen temen lo, lo tau ga gimana sakit nya gw pas gw lagi butuhin lo banget dan lo lebih milih main sama temen lo? Sakit banget Der, gw tau temen lo juga penting tapi liat dulu kondisi gw gimana. Hampir lima tahun tahun kita pacaran tapi gw masih suka nanya sama Esha, sebener nya lo cinta ga sih sama gw? Tapi gw selalu yakinin diri gw sendiri kalau lo emang beneran sayang sama gw. Tapi sekarang gw udah mau berhenti berharap sama lo Der, makasih banget udah pernah nemenin gw. Gw ga peduli lo mau bilang gw lebay sekarang, tapi yang harus lo tau, gw kecewa banget sama lo Der." Semua unek unek yang Azura tahan selama ini akhir nya keluar juga, berbeda dengan Deron yang terdiam mendengar semua keluhan Azura Tak lama Deron kembali menatap Azura, "Tapi kenapa harus bokap gw Ra? Banyak cowo lain di luar sana." "Biar lo bisa rasain juga yang nama nya sakit hati." Balas Azura Setelah nya Azura pergi dari sana meninggal kan Deron yang menatap nya nyalang "Lo cewe paling gila yang gw temuin! Lo cewe ter b******k Azura!" Teriak Deron Azura menutup mata nya mendengar teriakan Deron, setidak nya dia telah berhasil melepas semua keluhan nya terhadap Deron Kedepan nya hanya waktu yang bisa menentukan semua nya, tapi Azura akan memastikan Deron tak bahagia sebelum Azura puas TBC See you next chapter
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD