Saat pintu menutup di belakang Maria, keheningan sejenak memenuhi ruangan. Olivia masih berjongkok di bawah meja, hatinya diliputi perasaan yang campur aduk. Ia tak tahan lagi berada di sana, terutama setelah menyaksikan adegan intim antara Miguel dan Maria. Dengan cepat, ia keluar dari bawah meja dan berdiri. Tatapannya dingin, penuh kemarahan yang terpendam. "Aku harus pergi," ucap Olivia singkat, suaranya tegas namun bergetar. Miguel berdiri dari kursinya, mencoba menghentikannya. "Baby, tunggu. Kita perlu bicara." "Tidak ada yang perlu dibicarakan," balas Olivia tajam sambil meraih tasnya. Ia melangkah menuju pintu, tetapi Miguel dengan cepat meraih lengannya, menahannya. "Kenapa kau bersikap seperti ini?" tanya Miguel, suaranya rendah namun penuh tekanan. "Apa kau cemburu?" Oliv

