Senja mulai beranjak gelap saat Olivia duduk di ruang tamu mansionnya, menatap hampa ke arah ponselnya yang masih sunyi. Hatinya terasa kosong, meski senyuman Nicol masih tersimpan hangat dalam ingatan. Namun, begitu keheningan malam datang, kekosongan itu kembali terasa menggerogoti hatinya. Tiba-tiba, suara pintu depan berderit lembut, mengalihkan perhatiannya. Olivia mendongak, dan mendapati sosok Miguel berdiri di sana, menatapnya dengan sorot mata yang sulit ia artikan. Sambil menutup pintu, Miguel berjalan perlahan ke arahnya. Wajahnya tampak penuh rasa bersalah, seakan menyadari kekecewaan yang baru saja ia tanamkan di hati Olivia. "Baby..." panggilnya pelan, nada suaranya lembut, jauh dari kesan dingin yang biasa ia tunjukkan. "Maafkan aku. Aku tahu aku menghilang tanpa kabar d

