Asri berlutut di depan Aulia, ia kembali mengucapkan sebuah permohonan. “Jangan Aulia, jangan ... aku tidak ingin kamu membatalkan rencana pernikahanmu. Kamu dan Rayhan sudah merencanakannya dari lama. Lagi pula, Rayhan itu mencintaimu. Papa dan ibuk kamu akan marah jika pernikahan itu batal. Apalagi jika tahu alasannya itu karena aku.” Aulia mengangkat bahu Asri, “Asri, kamu tidak perlu melakukan ini.” “Aulia, aku serius. Jangan batalkan pernikahanmu dengan Rayhan. A—aku ... aku akan mengatakan yang sebenarnya kepada mama dan papa.” “Tapi—.” “Aulia, aku ... aku tidak ingin dicap sebagai perebut.” “Tapi kalau sekarang, akulah yang akan merebut Rayhan darimu.” Asri menggeleng, “ayo kita keluar, temui papa dan mama.” Aulia hanya bisa diam dan mengikuti semua keinginan saudaranya. D

