Seorang wanita setengah berlari menuju depan gerbang Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara. Ia berkali-kali menatap jam tangannya, takut terlambat. Ia memang datang seorang diri. Pasalnya, ayah dan ibunya tidak bisa ikut pergi karena sedang disibukkan oleh sesuatu. Ayah sang wanita sedang dapat tugas proyek penting ke luar kota, tidak bisa ia tinggalkan. Sementara ibunya, sibuk mempersiapkan pesta pernikahan dirinya yang akan berlangsung dua bulan lagi. Brukk ...!! Gadis itu sampai menabrak seseorang karena terlalu terburu-buru. “Ma—maf ... saya tidak sengaja.” “Tidak masalah,” ucap seorang pria yang sudah ditabrak oleh gadis itu. Sang gadis kembali berlari hingga ia pun sampai di gerbang bandara. “Taksi, Mbak?” seorang pria paruh baya menawarkan jasanya dengan ramah. Ga

