Soni yang baru saja datang, menatap tajam istri dan putri sulungnya. Azizah dan Aulia saling berpandangan. “Ada apa ini? Apa yang mau Aulia sampaikan kepada papa?” tanya Soni, ramah. “Hhmm ... begini, Pa.” Aulia perlahan mengambil surat itu dari dalam laci meja kasir toko mereka. Gadis itu pun berjalan ke arah Soni. “Ada apa, apa yang Aulia pegang?” “I—ini, papa baca sendiri ya, Pa” Aulia memberikan surat itu kepada Soni. Soni menerima surat itu. Sebelum ia melihatnya, ia menatap Aulia dan Azizah secara bergantian. Aulia semakin berdebar dengan sikap dan tatapan ayahnya. Soni terkejut tatkala netranya menangkap kop amplop yang tertulis dengan besar dan jelas “Institut Teknologi Bandung”. Dengan gemetar, Soni membuka amplop itu dan membaca isi surat itu secara perlahan. Tanpa bisa

