BAB 41 – Lapangan Gasibu

1511 Words

“Mama ... mama aman?” Asri mengernyit tatkala melihat Andhini terduduk di kursi makan dengan memegang dahinya. “Sepertinya makanan ini sebaiknya mama buang saja.” Andhini bangkit seraya membawa secambung penuh kari udang “aneh” buatannya. Reinald melirik Asri dan Andre seraya tergelak, “Untung bukan papa yang makan duluan,” lirih Reinald. “Mama sich, aneh-aneh saja,” jawab Asri dengan mimik susah menahan tawa. Pada akhirnya, keluarga itu tetap memakan makanan yang sudah dimasak oleh Santi. - - - - - Empat bulan sudah Aulia menempuh pendidikan di ITB. Ia merasa betah dan nyaman dengan lingkungan barunya. Aulia juga mendapatkan teman-teman dan sahabat baru yang begitu memedulikannya. Namun demikian, Aulia tidak pernah melupakan Rossa—sahabatnya. Hampir setiap hari mereka berkiri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD