Dokter Aisyah pun akhirnya datang ke rumah sakit dan segera menemui Reinald dan Andhini. “Pak Reinald.” Dokter Aisyah menyapa Reinald yang terus berada di sisi istrinya. “Dokter, tolong istri saya ....” Reinald memelas. Seorang perawat datang memberikan sebuah berkas, dokter Aisyah membacanya sesaat, lalu dahinya mengkerut. “Siapkan segera meja operasi, ini darurat,” ucapnya seraya memberikan kembali berkas itu kepada perawat. Reinald seketika bangkit setelah medengarkan perkataan terakhir dokter Aisyah, “Dokter, apa yang terjadi pada istri saya?” “Maaf pak Reinald, bisa kita bicara di sana?” Reinald mengangguk, “Ya, Dokter.” Reinald dan dokter Aisyah berjalan ke meja perawat. Ia harus menjelaskan itu jauh dari Andhini, sebab ia tidak ingin pasiennya semakin stress apabila mendenga

