“UUL ....” Aulia yang baru saja akan masuk ke dalam gerbang bandara, dikejutkan dengan teriakan seseorang. Gadis itu pun menoleh ke belakang. “MBUL ....” Aulia seketika melepaskan kopernya dan mengejar Rossa. Ke dua gadis itu pun saling berpelukan. “Uul ... maaf aku telat. Maaf juga aku nggak sempat nganterin kamu tadi.” Rossa memeluk erat sahabatnya, ia terisak. “Nggak apa-apa, Mbul. Aku ngerti kalau kamu juga sibuk mengurus kuliahmu. Tapi aku nggak nyangka lho kamu nyusul aku ke sini?” Aulia melepaskan pelukan itu dan mencubit hidung bangir Rossa. “Uul, kamu baik-baik ya di sana. Aku pasti kangen banget sama kamu. Nanti kalau kamu punya sahabat baru di sana, jangan pernah lupain aku ya ....” “Kamu apaan sich ... kamu itu sahabat terbaik yang pernah aku temukan. Aku sudah terlanjur c

