"Sayang ..., kamu ke mana aja, sih? Kok malam tadi teleponnya tiba-tiba terputus, sih? Terus aku hubungi lagi, nomor kamu malah nggak aktif. Aku khawatir banget sama kamu, rasanya mau datang ke rumah kamu. Kalau nggak ingat sama larangan kamu selama ini," oceh Pras, ketika pagi ini Dewi langsung masuk ke dalam ruangannya setelah tahu kalau Pras datang lebih dulu. Tidak bisa dicegah, dia langsung memeluk erat wanita itu. "Pras ini gawat, ponselku di sita sama Aswat. Dia mulai curiga, katanya siang kemarin dia lihat kita berdua makan bareng di restoran, pasti dia lihat kamu yang rangkul aku." Dewi menggigit bibir bawahnya sebentar. "Nggak cuman itu, dia juga lihat malam tadi kamu anterin aku pulang. Dan berulang kali bilang, kalau aku selingkuh. Aku ... aku," Dewi menelan salivanya susah pa

