Tangan Dewi gemetar, menekan nomor seseorang dari layar ponsel. Tidak perlu menunggu lama, sambungan telepon itu terhubung. "Pras ...." Dewi di luar memang berani melawan Aswat, tapi sebenarnya nyalinya sangat sedikit. Tidak menyangka kalau hubungan gelapnya akan diketahui Aswat secepat ini. "Halo, Dewiku? Kenapa telepon, hm? Udah kangennya sama aku?" tanya Pras diseberang sana, tidak menyadari kalau suara Dewi sudah bergetar memanggil namanya tadi. "Ck! Pras, bukan itu?! Ini ..., tentang hubungan kita, Aswat kayaknya sudah curiga sama kita. Dia juga interogasi aku tadi," jelas Dewi, tangannya masih bergetar, sampai tidak kuat memegang ponselnya dengan satu tangan, hingga dibantu penyangga oleh satu tangan lagi. Jauh di sana, Pras masih di perjalanan mengendarai mobilnya. Menegangkan t

