Ayah Terhebat 38

1530 Words

Aswat bangun tubuh pegal-pegal akibat tidur di sofa sepanjang hari. Pagi ini dia sedikit kesiangan, kala membuka matanya dia melihat Fatih dan Ratih sudah siap dengan baju sekolah mereka dan duduk di kursi makan sedang melahap sarapan pagi mereka. "Siapa yang bikinin mereka sarapan?" batin Aswat bertanya, dia mengernyit. Saat mengingat Dewi dia langsung tersenyum kecil. Pasti istrinya itu yang telah memasakkan sarapan untuk dua anak mereka. "Pagi anak-anak, Ayah," sapa Aswat masih tersenyum seakan masalah kemarin malam sudah dia lupakan sepenuhnya, padahal belum. "Pagi juga Ayah," balas Ratih penuh semangat lalu melahap bubur ayamnya kembali. Aswat mencelos, dia salah menerka kalau Dewi yang telah memasakkan makanan untuk mereka. Akan tetapi, nyatanya, anak-anak memakan bubur ayam yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD