Ayah Terhebat 37

1829 Words

Hancur. Itu yang mendeskripsikan perasaan Aswat sekarang, hancur lebur. Aswat bergeming di tempatnya, menatap tanah yang dia pijak dengan nelangsa. "Aku nggak salah denger, kan?" lirihnya, lalu menatap Dewi yang terlihat sedikit terkejut. Memang kenyataannya begitu, Dewi tidak menyangka bisa mengatakan kalimat tadi. Beda dengan Pras yang terlihat tersenyum puas. "Iya, kita udah jadi kekasih. Dan itu ..., udah terjalin cukup lama," balas Pras, menarik Dewi ke dalam dekapannya. Aswat memelotot melihat betapa lancangnya Pras memeluk istrinya di depan matanya sendiri. "Lepaskan dia!" "Iya, kan, Sayang?" Pras tak mengindahkan apa yang disuarakan oleh Aswat tadi, dia malah menatap Dewi dengan tatapan lembut. "Kita bahkan udah melewati hari-hari yang indah berapa bulan ini, ah, tak hanya itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD