Ayah Terhebat 34

1918 Words

Dewi berulang kali mengecek dokumen kemudian beralih ke layar komputer, begitu terus sebelum pekerjaannya selesai. Pras ada di dalam ruangannya, mereka hanya berinteraksi biasa saja, sebab banyak pekerjaan yang menumpuk. Dewi tidak mau berleha-leha seperti kemarin. "Pras, ya, ada?" Gadis berambut berwarna ungu bercampur hitam itu mengalihkan atensi Dewi. Dia mengernyit melihat gadis ini, belum pernah melihatnya sama sekali. "Ada," balas Dewi seraya berdiri. "Ada keperluan apa dengan Pak Pras." Gadis itu malah tersenyum tipis. "Ada urusan pribadi, kalo gitu saya masuk, ya. Nggak apa-apa, kan?" tanyanya. Dewi hendak melarang, tahu betul kalau sedang serius bekerja, Pras tidak mau diganggu siapapun, termasuk dirinya. Akan tetapi, gadis tadi malah masuk begitu saja tanpa dia persilakan sam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD