"Sayang ...." "Iya?" Dewi memejamkan matanya, menikmati buaian lembut dari Pras. Jam istirahat mereka gunakan untuk berdua di dalam ruangan Pras, setelah makan siang selesai. Bagi mereka, ruangan ini adalah tempat aman setelah hotel. Sayangnya, Dewi belum pernah di bawa ke rumah Pras, toh, Dewi juga tidak pernah memaksa kekasihnya membawa dirinya ke sana. "Aku pernah lihat foto anak-anak kamu dari ponsel. Tapi aku pengeeeen banget dekat sama mereka." Ternyata Pras mengungkit masalah ini lagi, tentang anak-anak. "Kamu mau banget ketemu sama mereka?" tanya Dewi, terlihat memastikan. Pras mengangguk tegas. "Aku sudah bertekad untuk mengambil hati mereka dan setelah kamu cerai sama laki-laki itu. Dan anak-anak harus dekat samaku, agar hidup kita berempat aman dan damai," jelasnya. "Anak-a

