Aswat lupa. Benar-benar teledor sekali, ini tepat tanggal 8 dan merupakan hari sakral Bayu. Acaranya pernikahan di gelar di pondok indah. Akad mungkin saja pagi tadi sudah terlaksana, sungguh Aswati tidak datang dan melihat kegugupan temannya itu kala mengucapkan janji suci pernikahan. Sore ini— Aswat pulang lebih awal, sebab sudah duluan mengerjakan pekerjaan kantor. “Assalamualaikum, Dew. Sayang, aku pulang!” Aswat masuk sambil sedikit berteriak, tidak perlu mengetuk pintu lebih dulu, sungguh dia juga lupa memberitahu kalau hari ini mereka ada undangan. “Lho udah pulang, Mas? Awal banget, nggak kayak biasa.” Aswat mendapati istrinya itu sedang duduk di sofa depan tv sambil menjahit celana yang terkoyak sedikit. Aswat duduk di sebelahnya Dewi— menyeka peluh di dahinya. “Aku lupa ka

