Ayah Terhebat 15

1544 Words

Direktur utama tampak mengusap wajahnya, gusar. “Saya minta maaf sama kamu sebesar-besarnya. Ini sudah keputusan, saya juga sangat berat melepaskan karya seperti kami. Tapi .... ini demi perusahaan, banyak yang meminta saya memecat kamu, sebab proyek yang kamu tangani gagal, belum itu saja. Beberapa karyawan yang terpaksa saya PHK, juga menuntut yang sama,” jelasnya. Aswat tidak tahu berkata apa sekarang, selain menatap direktur dengan tatapan sendu. Hari terburuk untuknya, jabatan yang dia pegang sekarang harus dia lepas dengan berat hati. “Saya minta maaf ....” sesal direktur. Perlahan Aswat menarik sudut bibirnya, memberikan senyuman kecil. “Saya paham, Pak. Saya juga minta maaf, sekaligus berterima kasih, karena sudah menerima saya sebagai karyawan meski saya ini tamatan SMA saja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD