Ayah Terhebat 14 (Spesial Sarah)

1488 Words

Sarah Putri. Anak sulung, sejak mengetahui ibunya hamil lagi—kala itu—dia sangat tidak menyukai kabar gembira tersebut. Merasa terancam karena kehadiran sosok baru dalam keluarga mereka. Serta dia takut, kalau kasih sayang Ibu dan Bapak akan terbagi, atau lebih parahnya dia tersisihkan. “Sarah, senang nggak punya adik?” tanya Ibu hari itu. Sarah menggeleng tegas, dan mengatakan; “Nggak suka!” Namun, baik Ibu dan Bapak hanya menanggapi biasa saja. Menganggap ucapannya itu hanya bualan semata sebab masih anak-anak. Seiring berjalannya waktu, hari demi hari, perut ibu semakin membesar. Tiap malam Sarah tidak mau lepas dari ibu, selalu ingin tidur bersama orang tuanya. Hingga pagi hari, ketika dia terbangun lebih dulu, dia sengaja menepuk perut besar ibunya itu—berharap adik di dalam san

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD