Aswat tidak mungkin menyembunyikan fakta dirinya yang sudah dipecat—terus-menerus. Dia harus terus terang pada Dewi hari ini, sudah siap bagaimana tanggapan istrinya itu, menerima kenyataan kalau dia sudah sah jadi pengangguran. Aktivitas pagi biasa berjalan lancar. Selesai sholat subuh, Dewi langsung beranjak ke dapur, mencuci peralatan makan yang kotor, lanjut mengumpulkan pakaian hendak dia cuci nanti, lalu beralih membuka kulkas hendak membuat sarapan untuk keluarga kecilnya. Sementara Aswat masih bergeming di atas tempat tidur. Belum ada niatan keluar dari kamar, padahal di jam begini dia sudah beranjak ke kamar mandi atau berebutan mandi dengan Fatih. “Mas ... sudah jam 6 lho, kok nggak bangun?” suara Dewi terdengar dari dapur, sedikit berteriak, mengingat jarak antara kama dan

