Ayah Terhebat 42

1851 Words

"Kamu mabuk lagi?" Aswat mengembuskan napas lelah, memberi ruang untuk Dewi agar wanita itu bisa masuk ke dalam. "Kamu nggak capek, Dew?" tanya Aswat lagi, ikut menyusul ke dalam kamar. Wanita itu sudah tiduran di atas tempat tidur tanpa membersihkan tubuhnya lebih dulu. Sedang Aswat bersedekap di dekat meja rias. "Udah satu minggu kamu begini terus? Nggak capek bikin dosa mulu?" sarkas Aswat, tetapi Dewi seperti tak mendengarkan wanita itu hanya bergumam saja. Aswat mengusap wajahnya gusar, sudah tak bisa melakukan apa pun lagi. Dewi semakin hilang kendali. Dia mengambil selimut tipis dan satu bantal di dekat Dewi, lantas hendak keluar dari sana. Sebelum, "Kita kapan cerainya, sih?" pertanyaan itu yang terlontar dari Dewi, wanita itu masih berbaring tengkurap di tempat tidur. "Nggak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD