Putri dan Nakula kini sudah berada di rumah keduanya, baru saja selesai menikmati makan malam yang agak terlambat karena terhambat jadwal Nakula yang selalu padat. “Sayang...” Putri yang baru saja di panggil oleh suaminya langsung berbalik dan menghadap kepadanya, yang ternyata tengah melangkah mendekat ke arahnya. “Ada apa Mas?” “Setelah semua urusan kepindahan Mas di rumah sakit pusat ini selesai... mungkin waktu kita ketemu di rumah ini cuma jadi beberapa hari aja dalam sebulan, Mas bakal sibuk banget sama banyak kepengurusan di rumah sakit cabang, jadi...” “Gak papa...” Putri langsung membalas dengan nada yang terdengar begitu malas, bahkan sebelum Nakula menuntaskan kalimatnya. “Hhhh, Mas cukup tau kalo gak papanya perempuan itu justru yang ada malah ‘kenapa-kenapa’, kam

