Khavi masuk ke dalam rumah setelah mengantarkan Aldric pulang. Khavi mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Febby. Khavi menunggu panggilannya tersambung dan ketika suara Febby terdengar, senyum di wajah Khavi pun mengembang sempurna, "Aku sudah di rumah ya, Feb." "Iya, aku kira kamu telepon ada apa." "Aku cuma mau ngabarin aja kalau aku udah sampe rumah. Aku mau kamu tau jadi enggak khawatir kepikiran aku udah sampe atau belum. Sebenernya udah sampe dari tadi sih... Tadi kaki Una keseleo jadi aku urusin si Una dulu." "Una keseleo? Sekarang gimana?" Suara Febby terdengar khawatir. Khavi pun tersenyum lembut membayangkan wajah khawatir Febby, "Sudah enggak apa-apa. Aldric tadi datang dan bantu pijat kaki Una. Dulu dia sering olahraga dan sempat belajar soal urut kaki keseleo itu."

