Launa meringis memegangi kakinya. Kecerobohan Launa membuat wanita itu akhirnya terluka. Launa tidak memperhatikan jalan yang ia pijak padahal ia nekat menggunakan highheelsnya. Beruntung acara Khavi sudah selesai. Kakaknya itu sudah melamar wanita yang sudah sah menjadi calon istrinya nanti. "Duh, Dek. Kenapa bisa ceroboh begini, sih." Khavi menggelengkan kepalanya sambil membawa kompres dingin untuk kaki Launa agar tidak bengkak. Launa cemberut mendengar ucapan Khavi. Khavi sudah mengomel dari tadi dan untungnya kedua orang tuanya langsung pergi ke acara mereka berikutnya kalau tidak bukan hanya omelan dari Khavi yang Launa dengar tapi juga dari kedua orang tuanya. "Una kan udah bilang, Una gak tau kalau jalannya bolong, Mas." Khavi mendengus, "Udah tau pake heels harusnya kamu lebih

