83.It's our turn

1460 Words

Khavi duduk berhadapan dengan Febby yang belum lama bangun dari tidurnya. Khavi memandangi Febby dengan ekspresi khawatir karena sisa-sisa keterkejutan di wajah Febby masih ada terlihat. "Kamu sudah lebih baik?" Febby mengangkat kepalanya dan tersenyum tipis pada Khavi sambil menganggukkan kepalanya perlahan. "Jauh lebih baik. Saya kaget karena tidak menyangka Cindy mampu melakukan hal sejauh itu." Khavi yang duduk di sofa pun beranjak mendekati Febby dengan duduk di sisi tempat tidur menghadap Febby. Khavi mengenggam erat tangan Febby yang bertaut. "Tidak ada yang tau hati seseorang dan manusia bisa salah menilai manusia lainnya." Febby tersenyum tipis menganggukkan kepalanya perlahan membenarkan ucapan Khavi dan melihat respon Febby pun Khavi ikut tersenyum dan pria itu merengkuh Febb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD