12

1317 Words

Roro memandang sang Nenek dan tersenyum. “Kapan Nenek pulang? Aku tidak mendengar suara Nenek membuka pintu.” “Sudah dari setengah jam yang lalu. Kamu saja yang terlalu fokus pada buku. Sampai Nenek teriak-teriak pun tidak terdengar. Sudah, sekarang kita makan dulu. Kamu baru pulang bekerja, kah? Baju saja belum ganti.” Ucap Sang Nenek sambil berjalan lebuh dahulu. Roro hanya tersenyum sambil melipat buku yang tadi dia taruh untuk dia baca lagi nanti setelah makan. “Oh iya, Nek! Apa dulu ayah dan ibu suka membaca ataaau, semacam mengolek buku-buku kuno dan sejenisnya?”  Sang nenek berhenti melangkah dan menatap sang cucu, “kenapa kamu bertanya seperti itu?” “Emmmh ... hanya ingin tahu, karena banyak buku kuno yang Roro lihat, dan itu semacam bukuuu , yaaa, begitulah!” Sang Nenek mena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD