Sebenarnya Roro sedikit merasa aneh, karena dia langsung saja di terima tanpa banyak pertanya yang katanya cukup memusingkan. Tapi karena perasaan itu lebih kecil dari pada perasaan bahagia karena sudah punya pekerjaan, jadi Roro hanya tersenyum dengan bangga karena akhirnya dia akan bekerja di kantor, dan tidak akan bekerja lagi di tempat Pak Wahyu yang selalu dicemburui istri bosnya itu. Setelah mendapat bimbingan yang cukup singkat, akhirnya Roro bekerja di depan salah satu laptop yang sudah di sediakan. Untung saja Roro cukup pintar jadi dia cepat mengusai apa saja yang harus dia lakukan saat ini. “Roro, kamu di panggil, kepala bagian di ruangannya!” seseorang yang tidak tahu dari kapan dia tahu nama seorang Roro yang pegawai baru. Tanpa banyak bicara, Roro pun pergi ke ruangan kepa

