7

1134 Words

Sang nenek mendekat, memeluk cucu kesayangannya yang terlihat tidak baik-baik saja. Telapak tangannya menepuk-nepuk punggung Roro, mencoba meringankan bebannya. “Roro minta maaf, karena Roro tidak bisa menjadi cucuk yang baik, malah sekarang membuat Nenek harus merelakan uang tabungan untuk membayar semua yang tidak Roro lakukan.” Air mata terus berjatuhan membasahi baju sang nenek. Roro benar-benar yakin, kalau uang yang Neneknya pakai, adalah uang tabungan yang selama ini dia kumpulkan untuk memperbesar toko bunganya. Tapi karena kecerobohannya, mau tidak mau sang Nenek harus merelakan dan juga menggunakan uang tersebut demi menjaga Roro dan nama baiknya. “Sudahlah, walaupun nenek kesal dan marah, tapi kamu lebih penting dari apa pun juga. Nenek akan terus melakukan apa pun itu, demi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD