6

1058 Words

“Waaa, Nenek gaul! Sudah punya handphone, bagus juga ternyata. Tukar sama punya Roro ya, Nek?”  “Enak saja! Cepat masukan nomor kamu! Setelah itu, cepat mandi nanti kerjanya kesiangan.” “Siap!” Roro melahap nasi di piring dengan segera. Setelah sarapan, Roro pergi mandi. Dia kembali terkejut ketika menatap pantulan dirinya yang sudah tidak punya bekas luka sedikit pun, baik ditangan ataupun di paha.  “Pantas Nenek tidak bertanya apa-apa.” Roro menatap pantulan dirinya yang kembali sehat.  “Rorooo, mandinya cepat! Nanti kamu terlambat!” teriakan sang nenek menyadarkannya untuk cepat mandi seperti biasa , dan setelah itu pergi untuk bekerja. Di tempat kerja Rori mendapat pelukan erat dari seluruh temanya sebab mereka tahu Roro mengalami kecelakaan. “Kami ikut bahagia, kamu tidak apa-a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD