27

1108 Words

Roro terkapar di dalam kamar tidurnya, kakakinya terasa pegal dan hatinya pun terus berpikir pada kejadian tadi di waktu pelatihan berkuda sampai menjadikan jantung berdetak kencang dan tubuhnya pun terasa remuk karena ulahnya sendiri. “Awh! Apa kamu tidak bisa pelan-pelan, ini sungguh sakit sekali.” Ucap Roro yang terlihat langsung menitikkan air mata membuat orang yang tengah mengobatinya terlonjak kaget Bruk! Semua yang ada di sana selain Menteri menunduk tidak berapi menatap sang Ratu. “Maafkan kami, kami begitu ceroboh membuat yang mulia kesakitan. Andai tadi kami tidak berdiri jauh dari Ratu, mungkin Ratu tidak akan jadi seperti ini. Maafkan kami, kami tekah gagal menjadi orang yang akan terus menjaga yang mulai Ratu dalam segala bahaya. Mungkin kami sebaiknya di penggal.” “Kala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD