Patih Tarata berdiri, memusatkan pandangan pada salah satu titik dan memejamkan mata. Kedua tangannya terangkat dan akhirnya mengarahkan sesuatu yang ujungnya runcing pada orang yang telah Roro, Menteri dan dia bertiga curigai. Tombak kecil, ya tombak kecil yang ujungnya runcing itu awalnya tergeletak di samping pohon cemara terlempar kuat, menusuk salah satu prajurit yang tengah berjaga membelakangi mereka bertiga. Jelb! Jelb! Jelb! Tiga tombak itu menancap kuat pada punggung, kaki dan pinggangnya. “Aaah!” terdengar jeritan kesakitan yang cukup kencang sampai semua yang ada di sana ketakutan dari orang tersebut. Tapi semu itu tidaklah sampai terdengar oleh prajurit yang tengah membersihkan ruangan kamar Roro, sebab tempat itu sudah di kelilingi kabut putih dari sebuah mantra yang tel

