Di tempat lai. Seorang wanita tengah marah besar dengan terus memaki, memukul, menendang bahkan tidak segan-segan mengarahkan sabetan belati ke beberapa tubuh dua orang yang saat ini sudah terkapar lemah di kanan kirinya. Mulut dan bibirnya tidak pernah berhenti memaki dan mencaci maki kedua orang tersebut dari mulai mendengar rencana yang sudah dia rencanakan sekian lama gagal hanya karena wanita ingusan yang tidak tahu seperti apa Negeri Lotus yang tengah dia pimpin tidak bisa terbunuh oleh orang suruhannya. “Bodoh! Kalian memang orang-orang bodoh! Bagaimana bisa wanita kecil yang lemah seperti dia bisa membunuh dan membuat orang lain mati terkapar dengan satu kali tebasan pedang, mereka itu orang-orang terpilih, bukan? Atau jangan-jangan kau, memerintahkan anak buahmu yang kurang-kuran

