16

1205 Words

Roro masih menangis tersedu-sedu, sesenggukan dalam pelukan orang yang mengaku ibunya. Dia tidak bisa berhenti menangis merasakan dan membayangkan kesedihan teramat sangat yang di alami ibundanya ketika melahirkan sampai dia menyadari kalau sang Ibu telah meninggal setelah melahirkan dirinya. “Hidup ibunda memang sudah tidak ada di dunia ini, tapi dalam hatimu Ibunda masih ada. Makanya saat ini bunda ada di sampingmu. Tapi maaf, bunda tidak bisa lama, dan sekarang saatnya bunda pergi. Ingat Sayang, kamu harus pulang dan temui ayahandamu, karena saat ini dia tengah kritis.” Sosok ibunya sedikit demi sedikit memudar dan akhirnya langsung menghilang sebelum Roro bisa bertanya lebih banyak lagi. Dia pergi dengan permohonan yang cukup besar untuk Roro supaya dia bisa pulang menemui ayahnya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD