Roro menatap neneknya yang langsung membopong harimau putih yang masih terkulai lemas. Sang harimau menatap Roro yang masih mematung dengan pikiran yang masih kacau karena tidak tahu apa yang haris dia lakukan, sebab dia belum tahu cara pergi ke negeri lotus tanpa harus bertemu dengan orang kecil seperti waktu itu. “Pegang aku, dan tutup matamu. Bayangkan kamu sampai di negeri lotus dengan selamat.” Sang harimau berkata terbata-bata menatap Roro yang masih mematung. Tanpa bicara atau pun menolak, Roro melakukan apa yang di ucapkan harimau putih. Roro menutup mata seperti apa yang di katakannya. Dia membayangkan kalau tengah bertemu raja lotus. Tidak sampai satu menit, ketika Roro membuka mata kembali, dia sudah ada di sebuah kamar, berdiri menghadap sebuah ranjang berukuran besar berwarn

