33

1320 Words

Roro dibaringkan diranjang sang menteri, setelah itu dia meminta bawahannya untuk memanggil patih Tarata supaya segera datang ke kamarnya, dengan catatan jangan sampai orang lain tahu apa yang terjadi karena ini masalah cukup serius. Mungkin saja bisa membuat rumor yang tidak biasa bagi Roro untuk seluruh rakyat. Tidak sampai 5 menit patih Tarata sudah berada di kamar sang ibu, dia terkaget ketika mendapati Roro yang terlihat tidak baik-baik saja. Dia merasa marah pada dirinya sendiri karena tadi malah pergi bukannya tetap berada disisi Roro walaupun dia memarahinya. “Sekarang apa yang harus ___” “Apakah yang aku perintahkan sudah kau selesaikan, Patih! Aku tidak sudi kau lebih mementingkan diriku, tapi membiarkan rakyat dan Negeriku!” Nada bicara Roro tegas ketika telinganya mendengar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD