Akhirnya

1040 Words

Indra sedang galau. Di sepanjang jalan ia memikirkan bagaimana terus terang pada Ayu. Ya kalau kata Agha kan lamar saja. Masalahnya, ia tak punya nyali sebesar itu. Walau memang sih ada niatan untuk ke rumah ayahnya Ayu berhubung Agha sudah memberikan alamatnya. Hahahahaa. Tentu saja bagi Agha terlalu mudah untuk melacak hal-hal yang seperti itu. "Eh! Eh! Dok! Dok!" Ia diteriaki. Ia baru saja berbelok masuk melewati gerbang rumah sakit. Tak sadar kalau harusnya berhenti dulu untuk tap kartu. Eeh malah terlewat dan hampir menabrak palang lagi. Hahahaha. "Untung gak nabrak lagi, dok!" Ia terkekeh. Ya pikirannya sedang melayang-layang. Ia jadi tak fokus dengan apa yang menjadi tujuannya. Ia mundur lagi tuh untuk tap kartu baru palang naik ke atas dan ia bisa lewat di bawahnya. Si penjag

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD