Ekspektasi Keluarga

1080 Words

"Hanya merasa aneh." Karena belum terbiasa. "Abang punya ekspektasi apa dengan pernikahan ini?" Ia ingin tahu. Karena kan mereka menikah juga dengan niat perlindungan. Meski Rheina sebetulnya tak berharap ia akan lakukan hal seperti ini untuknya. Rasydan berdeham mendengar itu. Tentu ada lah harapannya untuk pernikahan ini. "Aku ingin kita menjadi keluarga yang samawa. Ada cinta di dalamnya. Aku mencintaimu. Kamu mencintaiku. Kita mencintai anak-anak kita." Rheina terdiam mendengarnya. Ia bahkan tak berpikir ke arah sana. "Tapi gak perlu terburu-buru, Rhein. Aku bisa menunggumu." Rheina masih terdiam. Ia bahkan tak pernah berpikir soal ini. "Apa aku boleh memegang tanganmu? Memelukmu?" Jika Rheina belum berkenan yang lain. Rheina? Masih terduduk. Harus menjawab dengan bagaimana

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD