bc

2045: Sentinel's Legacy

book_age18+
0
FOLLOW
1K
READ
revenge
forbidden
love-triangle
BE
reincarnation/transmigration
family
time-travel
system
fated
opposites attract
neighbor
mafia
gangster
heir/heiress
drama
tragedy
bxg
kicking
mystery
scary
detective
campus
highschool
mythology
pack
apocalypse
magical world
high-tech world
rejected
sentinel and guide
superpower
dystopian
harem
war
friends with benefits
surrender
passionate
like
intro-logo
Blurb

PERHATIAN! 18+

Reader discretion is advised! Be wise while reading!

Ian, seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi terbaik di Malang, merasakan sesuatu yang aneh telah terjadi pada tubuhnya. Tak lama kemudian, banyak sekali hal-hal yang tidak bisa dijelaskan terjadi di sekitarnya. Namun anehnya, semua hal tersebut berkaitan dengan segala mukjizat dan kekuatan ajaib yang berasal dari mitologi dan sejarah masa lampau.

Tak hanya itu saja, kini mobil yang sering ia kendarai juga dapat memahami dirinya dan dapat melakukan segala hal yang tidak mungkin bisa dilakukan oleh mobil-mobil seperti biasanya. Keadaan ini membuat Ian semakin kebingungan akan tujuan hidupnya.

Disaat yang sama, banyak sekali anomali yang terjadi di sekitarnya, mulai dari tempat tinggal, hingga seluruh kota di Indonesia. Di tahun 2045 ini, tepat di tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-100, banyak sekali kasus dan rumor meresahkan seperti kasus pemerkosaan dan pembunuhan berantai yang sukar dipecahkan oleh polisi, isu pertabrakan dimensi antara alam manusia dan alam lain, perang agama dan kepercayaan, kemunculan bencana alam secara tiba-tiba dimana-mana dan terorisme yang mengancam rasa kepercayaan masyarakat pada pemerintah, adu domba antar kelompok dan kedaulatan negara.

Apa yang sebenarnya terjadi? Mampukah Ian menguak misteri kekuatannya dan akar dari seluruh permasalahan tersebut?

chap-preview
Free preview
Prologue: Back to Campus
_________________________________________________ Senin, 9 Januari 2045 // Mendung-Hujan Abu _ 07:30 WIB __________________________________________________ (Kelas 714 - Gedung Kuliah Bersama, Universitas Negeri Malang) "Wih, nih anak baru dateng aja. Gimana liburannya? Seru opo ora?" "Seru apaan? Gua ampir bunuh orang bjirr!" Ian mengambil kursi disampingnya dan menaruhnya di samping Rizki sembari duduk dan bercerita tentang liburan semester pertamanya. "Yang bener aje, kan saat itu gua di perempatan ke arah Dieng kan mau ke kiri. Nah, mobil gua udah ngasih lampu sen juga ngarah kiri. Ehh... Muncul ibu-ibu gak ngotak dari belakangku motong jalur tiba-tiba! Ya akhirnya gua ngehindar, dan malah gua yang apes sendiri. Mobil gua nabrak Alphard keparkir di depan Cybermall trus nyungsep lah ke gorong-gorong." Ujar Ian sambil memperagakan apa yang ia alami dengan tangannya. "Lah, kok iso loh njirr?" Sahut Rizki dengan mata terbelalak dan tawa. "Ya... mana gua tau kalo disitu ada perbaikan jalan. Ya udah deh, mau gamau gua nebus Alphardnya. Si ibu-ibu itu dah kabur lah gatau kemana. Haisshh... Ilang dah 70 juta bjirr..." "Haha... kok uapes men seh kon iku." Tak lama kemudian, Nadia dan Kirana tiba di kelas. Namun kali ini ada yang unik dengan Nadia hari ini. Dia menggunakan masker gas dan jaket kotor yang sangat tebal dan sangat panjang hingga menutupi lututnya. Kirana hanya mengenakan jaket dan masker kesehatan seperti biasanya. "Morning, girls! Lah... Cok, lapo kon kok nggawe jaket koyok nggae hazmat nuklir ngono? Kademen brutal trus adus awu tah?" Tanya Rizki dengan mulut menganga. "Menengo kon, cok! Lek wingi Bromo gak mbledos, aku gak nggae kenekan cok! Wes raiku iki koyok wong kenek beluk e bis." Jawab Nadia dengan nada yang agak tinggi karena tak mampu membendung rasa malunya. "Udahlah! Kalian ini pagi-pagi dah berisik aja!" Sela Kirana hingga membuat seisi kelas hening. Hal yang dikatakan oleh Nadia memang ada benarnya. Kamis, 5 Januari 2045. Gunung Bromo secara tiba-tiba meletus dahsyat dan memuntahkan banyak awan panas serta debu vulkanik. Seluruh masyarakat yang tinggal di area Tengger (Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo) dievakuasi ke wilayah yang lebih aman. Alat pengamat dari stasiun pengawasan BMKG Bromo tidak mendeteksi satu pun tanda-tanda yang tidak wajar dari aktivitas gunung Bromo sebelumnya. Hal tersebut mengakibatkan tewasnya 124 wisatawan bromo dan 32 lainnya hilang tidak diketahui keberadaannya. Hingga kini, gunung Bromo masih memuntahkan lahar, awan panas dan debu vulkanik dalam jumlah yang masif. Ditambah dengan pergerakan angin ke arah barat daya, kini debu vulkanik berjatuhan menyelimuti area Malang Raya. Suhu udara di seluruh Malang Raya menurun drastis dari yang biasanya berkisar antara 18-30 derajat kini menjadi hanya berkisar antara 8-21 derajat celsius saja. "Hmm... Kayaknya gua harus upgrade mobil lagi nih. Tapi ditambahin apa lagi ya..." Gumam Ian dengan suara yang sangat lirih. Namun sayangnya, suara lirih tersebut masih dapat terdengar oleh Nadia. "Hmm... wes lah wenak dadi wong sugih ae. Nang endi endi nggae montor (mobil). Gak kenek udan, gak kenek awu." "Heh, lu nyindir gua nih ceritanya?" Ujar Ian. Mereka berempat bercanda ria di dalam kelas hingga akhirnya semua teman-teman sekelas Ian tiba di kelas dan saling bercerita liburan akhir tahun mereka sebelum memasuki semester dua. Tak lama kemudian, dosen mereka datang dan memulai kelas pertama mereka di tahun 2051. Ian berharap semoga tahun ini menjadi tahun yang sangat berkesan untuknya. ____________________________________ //Gerimis bercampur abu _ 15.30 WIB ____________________________________ Brrmmm... Suara yang sangat khas sekali dari knalpot mobil Ian. Mobil ini adalah mobil yang paling ia bangga-banggakan. Bagaimana tidak? Siapa yang tidak mau memiliki mobil gahar seperti Jaguar XF Super Sport? Dibekali modifikasi mesin diesel V8 TwinTurbo 3209cc, 4 roda penggerak (AWD), transmisi manual 8 percepatan dan segala fitur canggih yang sudah ada di dalamnya, entah kenapa Ian masih saja merasa kurang dengan semua itu. Karena ini adalah mobil tua produksi tahun 2024, dia masih ingin terus menerus menambahkan segala fitur yang ada pada mobil-mobil keluaran terbaru. Kali ini, Ian ingin menambahkan beberapa fitur pada mobilnya, seperti AI Adaptive Assistant, Spike Tire, Emergency Light Strobe + Sirene, 5.1 Surround Sound System + Subwoofer dan mengganti internet provider mobilnya dari Xfinite yang mulanya berkecepatan 2 Gbps ke paket termahal milik Google Fiber dengan kecepatan 10 Gbps. Untuk melancarkan hal tersebut, tentu saja Ian tidak bisa mengeksekusi mobilnya sendirian. Setelah kelas perkuliahan yang melelahkan, Ian dengan mobilnya pergi meninggalkan kawasan kampusnya dan segera menuju tempat langganannya, dimana ia sering memodifikasi mobilnya. Selama perjalanan, Ian berkendara sambil memandangi seisi kota yang benar-benar dipenuhi abu vulkanik. Gemerlap cahaya dari hologram papan iklan yang terpampang di gedung-gedung pencakar langit kota menghiasi langit sore kota Malang yang sangat gelap dan berwarna keabu-abuan akibat awan vulkanik yang menyebabkan kekurangan cahaya sinar matahari. Semenjak letusan gunung Bromo dua hari yang lalu, kota Malang menjadi tidak seindah dulu lagi. Abu vulkanik yang makin menebal dimana-mana mulai menyebabkan bermunculannya penyakit pernafasan pada seluruh masyarakat kota Malang. Semakin banyak peningkatan jumlah pasien di semua puskesmas dan rumah sakit di seluruh wilayah Malang raya. Karena hampir tidak dapat menampung semuanya, beberapa dari mereka terpaksa dibawa ke rumah sakit yang lebih besar dan memadai di kota terdekat lain, seperti Blitar, Kediri, Surabaya dan Mojokerto. Abu vulkanik ini juga mengganggu jadwal penerbangan bandara Abdulrachman Saleh hingga akhirnya puluhan penerbangan domestik harus ditunda, dibatalkan dan/atau dialihkan ke bandara Juanda di Sidoarjo. Pengalaman berkendara Ian pun juga mengalami penurunan drastis. Sudah beberapa kali ia hampir menabrak pemotor dan pengendara mobil lainnya karena marka jalan pada aspal sudah tidak terlihat lagi. Walaupun semua marka jalan di Malang raya sudah dilapisi cat Photoluminescent buatan Luminokrom, tetap saja marka jalan tidak terlihat bersinar terang karena tertutup abu. Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit, Ian tiba di menara pencakar langit milik keluarganya, yaitu NeoCentral Tower. NeoCentral Tower adalah sebuah menara pencakar langit yang diklaim merupakan pencakar langit tertinggi ke-3 di kota Malang dengan ketinggian mencapai 247 meter. Menara tersebut dibangun di kawasan pusat kota, yakni di Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen. Mobil Ian melaju ke bawah menuju basement. Sebuah pintu garasi abu-abu bertuliskan "Dilarang parkir di depan pintu! Akses hanya untuk pegawai!" terbuka dengan sendirinya saat mobil Ian melaju mendekat. Setelah itu, Ian berkendara menyusuri lorong yang sangat panjang dengan lampu LED putih yang menyala terang dan terpasang berbaris dengan jarak masing-masing lampu sepanjang 150 cm. Tak lama kemudian, akhirnya ia tiba di sebuah ruangan garasi besar berisi mobil-mobil modifikasi, mobil logistik, berbagai macam peralatan aneh, bahkan hingga tank modifikasi pun ada. Di garasi tersebut juga banyak sekali pegawai NeoCentral dan pekerja perusahaan lain yang sedang sibuk dengan tugas mereka sendiri. _____________________________________________ //Hujan petir bercampur abu _ 15.55 WIB _____________________________________________ (NeoCentral Workshop Warehouse - NeoCentral Tower, Kauman, Kota Malang) Ian keluar dari mobilnya dan segera menghampiri seorang lelaki tua berambut putih dan mengenakan jas laboratorium berwarna putih yang sedang mengotak-atik sesuatu di atas meja kerjanya. "Om Kus!" Teriak Ian. Sontak lelaki tua tersebut menghentikan pekerjaannya, membalikkan badannya ke arah Ian dan menyapanya dengan senyum ejekan. "Ahahaha... Willkomen zurück (selamat datang kembali), tuan muda! Coba om tebak... Mau modif lagi, kan?" Ujar Ganda Kuswoyo, atau yang biasa dipanggil "Om Kus" oleh Ian. Ganda Kuswoyo adalah paman Ian yang sangat ahli dalam hal reparasi dan modifikasi segala jenis kendaraan dan peralatan-peralatan berfitur canggih. Beliau adalah seorang insinyur lulusan terbaik dari Technische Universität München, Jerman dan pernah mengabdi selama bertahun-tahun pada dua perusahaan teknologi terkemuka di Jerman, yaitu Lufthansa Systems, yang bergerak di bidang penerbangan dan Robert Bosch GmbH, yang bergerak di bidang teknologi dan rekayasa multinasional. "Eeehehehe... Tau aja, om." Sahut Ian canggung. "Ya iyalah. Kan situ dah nge-chat duluan tadi siang, pengen betulin ini, mau nambah ini itu. Lagian kok kamu masih seneng banget sih sama itu mobil? Kan udah ada mobil lain keluaran terbaru. Masa kamu kalah sama yang bawa Alfa Romeo, ada lagi Mclaren, Pagani, Bugatti, ada juga yang baru keluar lagi, Cadillac Vistiq Uplifted Series, biar keliatan gagah gitu loh. Biar cewe-cewe pada ngibrit sama kamu. Situ kan laki, harusnya..." Akhirnya mulailah celotehan Om Kus yang tiada habisnya... "Yaelah... Udahlah, om. Buat apa juga gua ganti lagi. Ini juga barusan balik nama pake nama gua. Masa tiba-tiba ganti lagi? Lagian buat apa juga kalo yang ini masih bisa jalan. Apalagi, gua dah fix yakin gabakal dapet cewe kok, mau gimanapun usaha gua." "Hahaha... Yaudah deh. ABG jaman sekarang dikit-dikit dah nyerah aje. Usaha dikit lagi dong lah. Dulu om cukup dengan nggunain otak om, om udah bisa dapet LIMA CEWEK sekaligus di Jerman! Hehehe... Sekalian bikin kerajaan harem sendiri dong hihihi..." "Hadeh... Mulai deh. Dah lah, pokoknya betulin aja bekas tabrakan itu sama beberapa tambahan lainnya ya, om." "Hmm... Oke deh, oke. Tak liat dulu tadi apa aja yang ada di list-mu. Ehm... AI Adaptive Assistant. Ini bisa diakali pake Alexa, Siri atau Cortana. Kalo yang lain... Spike Tire? Situ mau offroad kah... Light Strobe? Mau jadi polisi gadungan kah situ?" "Haishh... Gausah banyak bacot lah, om. Pasang aja dah lah. Gua tambal duitnya kok kalo kemahalan." "Ada ajalah nih anak. Apa lagi nih... Dolby 5.1 Surround... Google Fiber... Holographic Dashboard..." Drrrttt... Drrrtttt... Gawai Ian bergetar kencang di dalam sakunya. Ia segera memeriksanya dan ternyata ayahnya sedang berusaha menelponnya. "Haduhh... Apalagi sih yah... Nelpon nelpon segala..." Dengan segera, Ian mengangkat telepon tersebut dan tersambung dengan ayahnya. "Halo, nak. Assalamu'alaikum." "Wa'alaikum Salam. Apaan sih, yah? Kok tumben banget telpon. Biasanya cuma nge-chat doang. Kok gak langsung ke bawah aja, toh ini Ian lagi bareng Om Kus di garasi." "Iya, iya. Ini ayah masih repot diatas. Kamu bisa naik keatas sebentar, nggak? Ayah ada perlu sama kamu. Ini tentang pertemuan stakeholder dengan beberapa perusahan dari China. Ini akan jadi kerja sama dengan profit terbesar perusahaan ini, nak." "Haduhh... Masih mbahas begituan? Yaelah yah, kan itu bisa Ayah urus sendiri. Ngapain harus bawa-bawa Ian sih?!" "Udahlah pokoknya cepetan naik. Ini bener-bener penting buanget, bener-bener urgent. Ayah tunggu di kantor ya. Udah gitu aja. Wassalamu' alaikum." "Lah... Heh... Arrgh... Wa'alaikum Salam." Mau tidak mau, kini Ian harus pergi meninggalkan pamannya di garasi dan naik ke lantai 115, dimana kantor ayahnya berada. Urusan pekerjaan ayahnya adalah topik pembahasan yang sangat menjengkelkan dan sangat ingin dihindari oleh Ian. Akhir-akhir ini, Ayah Ian sangat sibuk dengan urusan bisnisnya dan sangat ingin mewariskan perusahaan dan segala bisnisnya kepada Ian, sebagai anak satu-satunya yang ia punya. Namun Ian selalu menolak hal tersebut dan ingin memilih jalan hidupnya sendiri tanpa campur tangan orang tuanya. Hal tersebut lah yang terkadang memicu perselisihan antara Ian dan orang tuanya. Apa kira-kira yang ingin dibahas oleh Ayah Ian? _______________________________________________ End of Prologue _______________________________________________

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

(Bukan) Cinta yang Diinginkan

read
19.1K
bc

Menyala Istri Sah!

read
4.4K
bc

Trapped in My Future Boss

read
3.4K
bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
54.0K
bc

Gadis Tengil Milik Dosen Tampan

read
8.8K
bc

OM DEWA [LENGKAP]

read
7.7K
bc

Desahan Sang Biduan

read
56.5K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook