BAB 84: Jahat dan Baik

2073 Words

Dengan berat hati Calla membuka pintunya. Calla membuka pintu bukan karena dia memaafkan Alex, bukan juga karena Alex adalah ayahnya. Calla membuka pintu dan membiarkan Alex untuk masuk hanya karena rasa kemanusiaan. Alex hanya bisa membuang mukanya dan menutup mulutnya karena malu dan sedih karena Cala masih mau membukakan pintunya untuk Alex. Dengan langkah yang lemah Alex masuk untuk pertama kalinya ke apartement Calla. Alex enggang mengangkat kepalanya sedikitpun karena dia merasa tidak layak untuk melihat apapun. “Silahkan duduk.” Kata Calla seraya menarik kursi. Alex meletakan tasnya yang kotor dan lusuh itu di sisi meja. Calla mengambilkan segelas air dan meletakannya di depan Alex. Calla segera pergi ke lemari makanan dan menghangatkan beberapa jatah makan malamnya yang belum

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD