71.Takdir Hidup

1756 Words

Suasana hening di dalam ruangan itu setelah kepergian Ayaz. Ayaz akhirnya mengalah dan memberikan waktu untuk kakak beradik tersebut. Dengan syarat pintu kamar yang harus selalu terbuka. Dan Ayaz menunggu dari luar memperhatikan keduanya dari kejauhan. Kalila tampak menghela nafasnya mengusap sisa sisa air matanya. Tidak ada yang berbicara dari keduanya. Mereka masih terdiam tidak ada yang bersuara. Sabrina tetap memperhatikan Kalila di hadapannya dengan perasaan prihatin. "Maaf!" lirih Kalila dalam diamnya menunduk. Sabrina memandang Kalila tak percaya mungkinkah itu benar ucapan yang keluar dari mulut Kalila. "Mbak!" Sabrina bersuara sambil memandang ke arah Kalila, menatap wanita itu lekat. "Maafkan aku Sabrina!" ucap Kalila lagi membuat Sabrina terdiam. Mungkinkah Kalila benar benar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD