Bab 22

1586 Words

Perjalanan menuju ‘The City of Love’, 1918 “Kau mengatakan kalau kau menghabiskan masa kecilmu dengan bekerja di ladang bersama saudara-saudaramu?” tanya Mary. “Itu benar.” “Apa yang sebenarnya kalian kerjakan disana?” John dan Mary berjalan menyusuri taman kota sembari mengbrol. Mereka meninggalkan galeri sekitar lima belas menit yang lalu dan memutuskan untuk memanfaatkan waktu yang tersisa dengan berjalan menyaksikan gedung-gedung bertingkat dan keriuhan kota, sampai akhirnya mereka menemukan bangku kosong di dalam taman dan segera memutuskan untuk duduk disana. John menatap Mary yang begitu penasaran tentang kehidupannya di ladang. Ia punya sejuta cerita untuk dibagi – John sama sekali tidak keberatan untuk membaginya. Sudah menjadi nalurinya untuk berbagi cerita. Saudaranya pern

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD