2

539 Words
cetaksss, cetaksss bunyi cambuk di punggung arabela "ampunnn bi sakittt, huuhh skit bi arabela janji ngga akan pernah mencoba kabur lagi arabela mohon hentikan bi ini sangat lah sakitt kata arabela dengan tatapan sudah layu ini sangat sakit rasanya ia sungguh tidak sanggup lagi" keluh arabela "ngga ada Terima lah hukuman ini karna kamu sudah terlalu lancang mencoba untuk kabur , ternyata kamu sudah mulai berani sama saya, "kata bibi laurent dengan emosii ngga bi arabela j—janji hh saat itu juga arabela pingsann heh pura pura pingsan ya kamu bangun cepat atau akan ku tambahkan cambukan ini ancam bibi laurent saat ia menendang punggung laurent ternyata arabela sama sekali tidak bangunn oke saya rasa cukup buat hukuman ini hari rasakan itu buat kamu yang mencoba bermain main dengan saya kata bibi laurent dengan senyum sinisnya mahh arabela kenapa ko ngga bangun tanya suaminya revan mama cambuk dia sampe pingsan, sudah yu kita duduk duduk di depan, buat apa melihat si buruk rupa itu ajak bibi laurent sedangkan suaminya tersenyum siniss ia mempunyai rencana di kepalanya buat arabela nanti tapi dia harus menemani dulu istrinya "ayo mah" ajak suaminya revan malam pun tiba "mhhgg auuh sakittt, shhtt perihh rasanya aku ngga kuat mahh liat Arabella mah sakitt mah badan arabela semua sakittt" kata arabela dengan air mata yang terus berjatuhan sebaiknya aku membersihkan badanku dulu habis itu makan diam diam di dapur sungguh perutku sudah sangat lapar" kata arabela saat hendakk membuka penutup makann di meja tiba tiba wah wahhh om kira tadi kucing ternyata kucing cantik yang ambil makanan diam diam sembari menatap intenss arabela "m—mmaaf om arabela sangat lapar tolong jangan ganggu arabela" kata arabela "wah gimana ya reaksi bibi kmu jika aku laporkan ponakanmu sedang diam diam mengambil makanan di dapur" kata om revan dengan senyum sinisnya "ampunnn om arabela mohon jangan kasih tau bibi , skali saja ini arabela sangat lapar dan sudah tidak mampu jika di hukum lagi "mohon arabela oke tapi ada satu syarat nya makanlah terlebih dahulu om akan menunggumu di ruang tamu kata om revan dengan melenggang pergi menuju ruang tamu om revan apa ya, kok aku jadi takutt atau mungkin om revan minta yang aneh aneh kata arabela "ahh sebaiknya aku makan dulu keburu nnti bibi keluar" ahh enak nya, sungguh aku lapar sekali dari pagi belum makan sedikit pun, malang sekali nasibmu arabela setelah menyelesaikan makanan nya arabela segera menuju di ruang tamu, omm arabela sudah selesai makann kata arabela dengan menunduk oh iya mari sini arabela duduk di sebelah om kata om revan ngga om arabela di sini saja kata arabela duduk di sini atau om laporkan kamu ancam om revan saat rabela duduk om revan semakin mendekatkan dirinya o—mm om mongapainn, kata arabela yang mulai ketakutan kamu ngga usah pura pura ngga tau arabela nikmati ajaa kata om reban dengan menyunggingkan senyumnya ngga omm ini ngga benar aku laporin om sama bibi kalo berani mendekat lagi ancam arabela hahahah laporin aja emang bibik kamu itu percaya sama kamu, aku bisa aja bilang kamu yang godain aku habis itu kamu tau kan yang apa akan terjadi , kamu akan di hukum lagi "kata revan dengan senyum sinisnya happ om revan berhasil memeluk arabelaaa
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD