Pupil mata Jasmine melebar, saat Kristian berkata tanpa dosa untuk menyuruh Lucy meninggalkan motor kesayangannya seolah tidak berharga. “Enggak perlu, Pak! Saya bisa pergi sendiri!” tolak Lucy ketus. Kristian menatap Lucy cukup lama setelah mendengar penolakan yang dilemparkan gadis itu untuknya, sambil memikirkan bagaimana cara dirinya membawa Lucy bersama motornya. Lucy yang terus ditatap menjadi salah tingkah dan terus mengalihkan pandangannya ke arah lain. Namun, hal itu semakin membuatnya tidak nyaman dan memilih membalas tatapan Kristian datar. “Gimana kalau kamu sama kakak saya, terus saya yang bawa motor kamu.” Lucy menggelengkan kepalanya. Sebenarnya dia ingin, tapi rasa takut pada Kristian yang baru ia kenal masih ada dalam hatinya. Ia takut kalau Kristian akan membawa l

