Naina kalang kabut berlari di koridor lantai dua sampai jalan buntu di kamar mandi karena Arya terus mengejarnya. Dia meringis menahan Arya dengan tangannya di udara agar Arya tidak mendekat. Hanya ada pembatas koridor. Punggung Naina membentur pembatasnya. "Hehe, jangan marah, dong! Kita seimbang. Eh, jangan mendekat! Kalau mendekat gue lompat, nih!" ancam Naina was-was. Arya terus mendekat layaknya ingin memakan Naina bulat-bulat. "Lompat aja! Biar hidup gue tenang nggak ada lo!" kata Arya begitu tega. Naina meringis sakit. "Ih, kejam! Kalau lo jadi duda gimana?" celetuk Naina. Segera dia menutup mulutnya sambil melotot. Arya tersenyum miring. "Ho, lo ngakuin pernikahan ini? Istriku? Cih, istri apaan yang ngempesin motor suaminya sendiri? Gue nggak bisa pulang, b**o!" Arya me

