Nama Zaka terlalu jelas di layar handphone. Naina segera membukanya. Zaka bilang sedang menunggunya di taman kota. Naina tersentak langsung meletakkan handphone di meja. 'Kak Zaka mau ketemu gue. Apa ada niat terselubung? Apa mungkin perkiraan gue bener?' pikir Naina. Namun, dia tetap berganti pakaian dan langsung ke taman kota dengan jalan kaki. Dia menemukan Zaka di kursi dalam taman dekat dengan rumah kecil burung merpati yang berada tinggi di beberapa pohon besar. "Kak Zaka, akhirnya ketemu juga, hehehe," Naina bersikap bodoh. Zaka yang tadinya diam menjadi terkekeh melihat Naina terengah, "Duduk sini. Ada yang mau aku omongin." Naina duduk sedikit ke tepian. Zaka tersenyum, dia mengambil sesuatu yang disembunyikan di belakangnya lalu memberikannya pada Naina. "Sedikit bunga

