35. Sekuntum Mawar Merah

2565 Words

 Zaka tidak akan melewatkan kesempatan emas begitu saja. Sudah lama dia ingin memasak lagi bersama Naina. Kesenangan itu tiada tara baginya. Suka sekali menjahili gadis itu walau Naina sudah marah-marah. Ujung-ujungnya Naina tertawa lagi karena ulah Zaka.  Karena mereka berdua Nurmala dan Sandi tidak berani mengacau. Mereka hanya membereskan bengkel dan meja untuk makan.  "Lo lihat sendiri, 'kan? Kak Zaka ada rasa sama Naina." bisik Nurmala pada Sani sambil terus mengelap meja.  "Lo pikir gue kagak tau? Udah dari dulu kali. Cuma gengsi aja mau ngungkapin." balas sandi ikut berbisik sambil mengupas buah.  Sesekali mereka kompak melirik ke dapur yang pintunya sengaja terbuka. Bahkan kedua adik sandi sampai melongo melihat canda tawa terekspose sempurna.  "Masalahnya Kak Zaka nggak tau N

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD