Bab XXXV

1533 Words

"Ibunya Farhan, kan?" Seketika Marsih jadi semakin panik. Dia ingin buru - buru pergi dari sana, tapi tak bisa karena jalannya dihalangi oleh polisi di depannya ini. Dia menelan ludah gugup, matanya melirik ke sana kemari untuk mencari bantuan atau kesempatan yang bisa dia gunakan untuk lari dari sana. Tak ada. "Maaf, Pak. saya ndak bermaksud apa - apa. Saya baru pulang kerja dan bermaksud menengok anak saya." Katanya dengan suara gemetaran menerangkan maksdunya. Ituadalah jalan terakhir dan satu - satunya yang terpikirkan agar secepatnya dibebaskan dari keadaan yang menurutnya menagangkan dan membuatnya panik ini. Padahal kalau dipikir - pikir, dia tak melakukan hal yang salah, tapi kenapa dia didatangi polisi? Apakah tingkahnya sedari tadi amat mencurigakan? Sama sekali tak terpikir o

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD