"Waktu pengadilan kalian sudah ditentukan! Dengarkan baik - baik nama - nama yang saya sebutkan dan diingat - ingat tanggalnya!" Farhan duduk dengan tenang di barisan pojok paling depan. Dia aslinya adalah anak yang pendiam. Tapi di dalam sel ini, dia jadi semakin pendiam, Matanya menatap tajam pada satu orang yang dia kira dia kenal. Rano. Awalnya dia tak mengenalinya, karena biasanya pemuda itu tampil lusuh, kumal dan gondrong. Tapi sekarang pemuda itu rapi, bersuh, dan memakai seragam polisi. Tampaj gagah. Farhan langsung mengenalinya saat mata mereka bertatapan. Dan sejak saat itu, matanya mengikuti gerakan pemuda itu apa pun yang dia lakukan. Pemuda itu mengambil mic, membuka pintu, membenarkan topinya, minum, berdiri siaga di belakang atasannya. Semuanya tak luput dari mata tajam F

