"Dua aksi terakhir kemarin, Farhan yang jadi pelakunya." "Astaghfirullah...." "Sih! Marsih!" "Bu! Ibu!" Semuanya di sekeliling Marni mendadak menjadi gelap saat kesadarannya menurun dengan cepat. Dia tak sempat berpegangan atau mempersiapkan diri saat tau - tau dia limbung kebelakang dan hampir membenturkan kepalanya ke lantai jika tak ada Bapaknya yang dengan sigap beranjak dan menahan kepalanya. Dua petugas polisi yang ada si sana pun langsung berusaha membantu. Ruangan yang awalnya hening, hanya terdengar beberapa isak tangis dari para kerabat dan orang tua yang membesuk anak - anaknya yang senasib dengan Farhan semalam itu kini berubah riuh rendah mirip seperti pasar kaget. "Han, angkat kaki ibumu ke atas bangku, Han." Farhan bergerak dengan cepat. Wajahnya basah, berlinang a

