Bab XL

1209 Words

"Kalau dihukum terus masuk BUI nanti, aku masih bisa sekolah ndak ya, Mas?" Aditama yang baru saja datang tak sengaja mendengar pertanyaan lirih yang diucapkan Farhan itu. Anak yang penuh kemarahan saat ditangkap, Banyak meronta dengan meneriakkan nama Ibunya ketika dibawa ke kantor itu kini menjadi sosok pendiam yang lesu. Dulu, jika dia mendengar hal - hal seperti ini dari tersangka yang dia tangkap, dia tak akan ragu untuk mengatakan, 'Sekarang baru kepikiran? Pas mau lakuin kejahatan kenapa nggak mikir begini'. Karena itu memang yang sebenarnya. Mereka hanya terpikirkan hal - hal yang merugikan mereka setelah mereka tertangkap. Coba kalau bbelum tertangkap, mereka tak akan bertaubat dengan sendirinya. Tapi entahlah, saat ini dia hanya Iba. Mungkin karena dia sudah menua sekarang,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD