Dalam Kesendirian

1144 Words

“Maafkan aku, Ervan. Tolong jangan perkarakan,” Shirley terisak. “Aku memang salah karena melakukan penggelapan.” “Bagus kalo kamu ngaku. Lantas bagaimana dengan uangku yang hilang karena kau gelapkan, hm?” Shirley terisak. “Aku akan bayar. Tapi tolong jangan perkarakan. Kumohon. Aku pasti bisa cicil.” Ervan tersenyum sinis. “Mau bayar dengan cara cicil? Cicil sejuta sebulan dan seratus tahun baru lunas? Goblokkah aku?” Shirley tak berkutik. Ervan benar. “Begini saja. Aku takkan perkarakan secara hukum tapi kau harus ikuti rencanaku. Ikuti kemauanku.” Shirley setuju karena tahu ia tak punya alasan bertahan. Ia pasrah. Hukuman apapun dia harus terima atau resiko dipenjara harus ia alami. Dengan dingin, Ervan menelpon seseorang. Ternyata dia adalah klien penting Ervan. Saat mendengar k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD